Sunday, 30 November 2014

TERIMA KASIH UNTUK SEGALANYA




Lagi dan lagi sakit ini terus menghantuiku, kenapa selalu aku yang merasakan sakit yang tiada akhir ini. Tidakkah dia merasakan betapa aku sangat sangat cinta kepadanya. Tidakkah dia merasakan betapa sakitnya ketika aku melihatnya bersamanya. Lagi lagi andin  dengan mudahnya dia tanpa rasa bersalah dia berjalan  bersamanya. Dia tertawa bersamanya dan tak mempedulikan aku yang yang jelas-jelas berada di belakangnya. Tidakkah dia bisa mengerti aku sedikit saja.
Melihat kejadian itu membuatku kesal dan akupun memutuskan untuk segera pergi dari kampus supaya tidak melihat wajahnya yang dapat membuatku semakin kesal. Namun, ketika di jalan menuju ke tempat parkir aku kembali bertemu dengan andien dan raka. Seketika dia melihatkum diapun segera menghampiriku. Dan aku pun segera berpaling untuk pergi meninggalkannya. Karena hatiku masih kesal melihatnya. Namun, ketika aku hendak pergi meniggalkannya dia mencegahku dengan menarik tanganku.
“kamu kenapa kog tumben ga ada kabar”. Dia masih bertanya aku kenapa?? Itu membuatku semakin kesal .
Meskipun dengan hati yang tetep kesal aKu jawab ‘’tidak apapa”
“bohong, jelaskan padaku kenapa ??”
“sudah kubilang kan, aku gapapa”
“trus kenapa seharian ini aku tidak melihatmu???”
“aku sibuk dengan tugas kuliah”
“ooh, begitu”
“aku harus pergi masih ada urusan yang harus aku selesaikan “
Dan setelah itu akupun pergi meinggalkannya yang masih diam membisu di tempanya. Aku tak peduli meskipun dengan apa yang sedang ia rasakan.
Sesampainya di rumah, aku segera merebahkan tubuhku diatas kasur. Pikiranku sungguh kacau, kenapa.... kenapa harus aku yang merasakan semua ini padahal banyak pasangan di dunia ini, temanku tidak sperti ini, kenapa harus aku yang merasakan ini.apa salahku kenapa harus aku yang menerima semua sakit ini. Memang aku sungguh mencintainya namun haruskah seperti ini. Tidak bisakah dia mengerti sedikit apa yang aku inginkan aku tidak meminta apa-apa kepadamu, aku hanya minta mengertilah sedikit saja perasaanku.
Perasaanku sungguh kalut, sungguh kau tak sangguh tak sanggup lagi jika seperti ini. Ketika aku hendak memejamkan mata, ibu memanggil namaku, dan aku segera turun ke ruang tamu.
“Rian, ini ada surat buat kamu “
“dari siapa??”
“ibu gatau, lebih  kamu baca sendiri”
 Dan kulihat cover surat itu tertulis “ KEMENTRIAN LUAR NEGERI” yang beisi
“ YANG TERHORMAT KEPADA SAUDARA RIAN PRATAMA, KAMI DI DISINI MEMBERITAHUKAN BAHWA KAMI MENDAPAT PEMBERITAHUAN DARI KEMENTRIAN LUAR NEGERI DI INGGRIS BAHWA BEASISWA YANG ANDA AJUKAN DI TERIMA DAN SEGERA MENGURUS BERKAS-BERKAS YANG DI BUTUHKAN”
Ketika aku membaca surat itu aku tak tahu apakah aku harus senang atau tidak, karena si satu sisi akhirnya aku bisa mencapai impianku untuk bersekolah di luar negeri. Namun, di sisi lain aku jaga harus meninggalkan kehidupan di sini. Hal yang paling berat untuk aku tinggalkan adalah andien. Andien sudah menjadi bagian dari hidupku. Aku sungguh mencintainya,semuanya dulu sangat indah kenangan ku bersamanya, banyak hal yang telah aku lalui bersamanya, baik senang, tertawa bersamanya,dan hal yang paling indah adalah ketika kami sedang jalan bersamanya dan ketika itu tanpa di sangka hujan turun mengguyur. Namun, kami tidak  segera berteduh melainkan kami bermain hujan dan tertawa bersama. Akupun tanpa sadar tersenyum menginagat kenanganku dengannya. Namun, semunya beruabah dengan kehadiran raka. Dia mulai tidak memperhatikanku, akupun ragu dengan perasaanya saat ini.
Haripun berlalu, dan akupun belum memutuskan apaka aku akan mengambil beasiswa itu atau tidak. Seperti biasa aku pergi ke kampus dengan perasaan tanpa semangat. Dan aku tidak berhubungan dengan andien beberapa harin ini karena kejadian itu. Namun, aku terkejut tak percaya melihat apa yang ada di depanku. Aku melihat andien sedang berjalan bersama dengan raka dan yang membuatku seakan ingin berlari dan menghajar raka adalah ketika melihat mereka berpegangan tangan. Sungguh dada ini serasak sesak. Aku tak kuat melihat apa yang  barusan aku lihat. Dan pada saat itu sudah aku putuskan bahwa AKU AKAN PERGI.
Setelah kejadian itu aku putuskan untuk pergi. Aku akan menghilang dari kehidupannya dan membiarkannya bahagia. Sejak saat itu aku tidak pernah menampakkan diri jika bertemu dengannya.  Dan seakan aku menghilang di telan oleh bumi. Aku tau dia selalu pergi ke kelasku mencariku namun aku tidak mau bertemu danganya. Ia coba menghubungiku, namun aku tak pernah membalas telpon maupun smsnya. Pernah ia datang ke rumahku , namun, aku sengaja tak menemuinya,aku menuyuruh ibuku untuk berkata padanya bahwa aku tidak ada di rumah,padahal aku ada di kamar.
Hampir 2 minggu aku tidak bertemu dengannya,ini adalah hal yang aku rencanakan agar dia bisa melupakan aku, memang aku tau, begitu jahatnya aku melakukan hal ini.  Namun, apalah daya hati ini tlah tergores dengan dengan luka yang tlah menyatu dengan hati ini.
Semua berkas tlah aku selesaikan tinggal menunggu hari keberangkatan yang tinggal satu minggu lagi. Ya, waktuku sangatlah sebentar sebelum aku pergi meninggalkan kenangan indah yanh tlah kubuat bersama andien selama 3 tahun ini. Semua terlalu indah untuk dilupakan,  namun,  semua tlah kalah dengan luka ini. Sebelum kepergianku, aku ingin megunjungi tempat dimana aku dan andien selalu menghabiskan waktu bersama, tertawa bersama. Masih jelas di ingatanku tempat duduk yang selalu kami gunakan untuk duduk bersama. Taman ini menjadi saksi semua kenangan indah kami bersama. Berat untuk meninggalkan semua ini. Tapi, kenapa disaat aku akan pergi aku harus melihat pemandangan yang begitu menyakitkan ini. Lagi -lagi aku melihat mereka jalan bersama. Namun, yang lebih menyakitkan adalh andien membawa raka ke tempat kenangan kami berdua. Seketika itu aku hendak pergi karena ku tak kuat melihat pemandangan yang ada di depanku. Namun,ketika aku hendak pergi, andien melihatku dan segera mengejarku dan mencegahku.
"Kenapa kau selama ini menghilang dan menghindar dariku ??" Tanyanya dengan suara yang parau.
Aku masih diam membisu dan tak menjawab pertanyaanya.
"Kenapa kau diam, jawab aku apa yang membuatmu berubah?"
Namun aku masih tetap diam tak kuat ku menjawab pertanyaanya.
"Lihat aku,lihat aku!!!"
Seketika itu kulihat wajahnya, dan kulihat tetesan air mata mengalir dari wajahnya. Tak kuat ku melihatnya segera ku berpaling.
“ ada seseorang yang sedang menunggumu lebih baik kau mengurusinya dari pada kau repot-repot mengurusiku” itulah kalimat terakhir yang keluar dari mulutku sebelum aku pergi meniggalkannya.
Waktu ternyata berlalu begitu cepat. Tak ku sangka waktu ku talh tiba untuk pergi meninggalkan semua ini. Semua barang dan keperluan yang aku butuhkan di sana tlah siap,dan sekarang waktuku untuk pergi. Sebelum aku pergi,aku ingin melihat andien untuk yang terkahir kali meskipun itu dari jauh. Dan akupun pergi menuju kampus, tempat terakhir yang akan ku kunjungi terakhir kali.
Langkah kaki ini begitu berat, seakan tak bisa ku pergi meninggalkan samua ini. Setelah mencari di berbagai tempat akhinrya ku menemukannya yang sedang tertawa lepas bersama teman-temannya.
“pasti kau bisa bahagaia meski tanpaku disisimu” akupun pergi dari tempat itu dan menuju tempat sahabat andien untuk menitipkan sesuatu kepada andien.
“eh, dien ini ada sesuatu dari Rian tadi dia nitipin ke aku katanya suruh kasihkan ke kamu”
“hah? Sekarang dimana dia????”
“aku gatau tadi setelah dia nitipin itu dia langsung pergi”
“oh ya udah makasih ya”
“iya sama-sama”
DEAR ANDIEN,
MUNGKIN JIKA KAMU TLAH MEMBACA SURAT INI AKU TLAH PERGI.AKU CUMA MAU NGUCAPIN TERIMA KASIH SELAMA INI KAMU TLAH MAU MENEMANIKU, TERIMA KASIH KAU TLAH MAU MENJADI PENGHIAS HARI-HARIKU, DAN TERIMA KASIH KAU TLAH MAU MENJADI BAGIAN DARI HIDUPKU. MUNGKIN MEMANG AKU BUKAN ORANG YANG SEMPURNA, NAMUN AKU TLAH MENJADI SEMPURNA DENGAN ADANYA DIRIMU. KAU SELALU BISA MEMBUATKU KEMBALI BANGKIT DISAAT TERPURUK, KAU YANG MENJADI PENOLONGKU DISAAT KU TERJATUH, KAU BAGAIKAN MATAHARI DALAM HIDUPKU,KAU TERANGI AKU DALAM KEGELAPAN.AU BERSYUKUR TUHAN MEMBERIKU HAL YANG SANGAT BERHARGA, YAITU DIRIMU. MESKIPUN KU TAK BISA MEMILIKIMU UNTUK SELAMANYA, TAPI KU TLAH BAHAGIA KAU HADIR DALAM HDUPKU DAN MELIHATMU BAHAGIA, ITULAH KEBAHAGIAANKU .

“TERIMA KASIH UNTUK SEGALANYA”
RIAN “




TAMAT

0 comments:

Post a Comment

sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com